Connect with us

Hi, what are you looking for?

Inspirasi

Berteman Dengan Musuh

Kamu harus punya musuh. Benar! kata pepatah; lebih baik punya 1000 teman daripada 1 musuh. Pepatah itu memiliki arti sebaiknya anda tidak punya musuh. Tapi akhirnya, anda harus membuang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Mencari teman itu susah, dan mencari musuh itu gampang. Begitu kira-kira persepsi dalam pikiran anda. Bagaimana jika kenyataannya, mencari musuh itu susah sedangkan mencari teman itu mudah. Itulah pandangan umum dan pemikiran orang-orang kebanyakan.

Musuh didefinisikan sebagai pihak lain yang selalu bersebrangan atau berlawanan, dan biasanya musuh itu selalu, bahkan menginginkan kehancuran orang yang dimusuhinya.

Mencari musuh lebih mudah, karena anda meyakini bahwa diri anda mudah untuk dimusuhi. Sebaliknya jika jika anda meyakini anda tidak mudah dimusuhi, maka mencari musuh itu susah. Sampai disini, semoga bisa dipahami dan bisa memosisikan mindset anda tetap positif.

Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendirian, manusia butuh kawan dan juga lawan. Karena manusia lebih takut terhadap rasa bosan daripada rasa sakit. Bahkan tuhan sengaja menciptakan setan sebagai musuh manusia. Sejak umur kamu kurang dari 1 detik di dunia ini.

Dengan punya musuh akan memeras seluruh kemampuan otak untuk mencari strategi dan taktik untuk mengalahkan musuh anda. Anda tidak bisa bersantai-santai jika anda punya musuh diluar sana yang setiap saat bisa menghabisi anda.

Manusia seperti para nabi juga punya musuh, sehingga dalam perjuangannya menyampaikan ajaran agama tidak bisa berleha-leha saat dirinya selalu berada di bawah ancaman musuhnya. Orang-orang seperti Robert Noyce, Bill Gatestau Mark Zuckerberg tahu kalau mereka tidak sendirian di dunia ini menjadi penguasa tunggal teknologi chip, operating-system, dan social media.

China menjadi negara great power karena ia bisa bermusuhan dengan siapapun ketika harus. Demikian juga dengan Amerika, Israel, Iran, Turki, India, Jepang dan ‘mungkin’ Indonesia.

Anda tidak bisa duduk-duduk santai sambil minum kopi dan nonton DVD tiap jam kerja karena mereka tau kalau setiap saat musuh mereka bisa mengalahkan mereka. Saat ini banyak tokoh bidang agama, juga perlu musuh. Musuh mereka bisa tokoh yang berlainan pendapat, berlainan afiliasi politik dan apapun yang bagi mereka adalah musuh.

Termasuk pegiat literasi anak muda dan ekonomi kerakyatan seperti kami juga punya musuh. Maka saatnya bagi anda untuk mencari musuh anda. Ketepatan dalam pemilihan musuh anda adalah menunjukkan spirit dan kapasitas anda saat ini. Jika anda merasa musuh anda adalah para preman terminal, maka bisa ditebak anda bukanlah polisi. Dan apakah musuh anda adalah pejabat korup saat ini?, maka bisa ditebak bahwa anda bukanlah pejabat yang jujur.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Paul Newman berkata, if you don’t have enemies you’re doing something wrong (jika Anda tidak memiliki musuh, Anda melakukan sesuatu yang salah). Jika anda punya musuh, artinya anda telah membela sesuatu, suatu saat dalam hidup Anda.

if you don’t have enemies you’re doing something wrong Katanya

Ya, musuh kamu Harus Benar-Benar Nyata

Maka kenali musuh. Dan anda tidak perlu banyak asumsi tentang pihak lain agar menjadi musuh. Musuhmu harus berada di dunia nyata dan bukan di imajinasi dan angan-angan.

Ya, musuh anda harus ADA alias EKSIS.

Untuk mengenali musuh, anda harus mengetahui detail kelemahan dan kekuatan musuh, kebiasaan buru dan kebiasaan baiknya. So, informasi apapun tentang Itu penting.

Nah, anda semakin paham atau masih bingung. Tenang, disini kepekaan anda sedang ditantang. Coba pikirkan, jika anda berada di arena, maka sebenarnya siapa yang ingin anda kalahkan? dan apakah anda memiliki keberanian melawan?

Carilah musuh yang lebih atas, minimal setara dengan anda. Kamu bisa ukur kemampuan diri. Kemudian mencari musuh lebih tinggi yang sekiranya menurut otak anda, anda punya kekuatan untuk mengalahkannya. Jangan bertingkah konyol dengan mencari musuh yang di bawah anda. Musuh singa bukanlah kucing piaraanmu.

Lebih baik, buatlah daftar urutan musuh anda berdasarkan kekuatan dan kemampuan mereka, lalu sebelum anda deklarasikan perang, rencanakan banyak taktik. Taktik A dan taktik B dan C hingga rencana darurat. Perhitungan dari arah mana saja musuh anda akan menyerang dan anda tahu persis taktik yang mana yang ingin digunakan dan bagaimana menggunakannya.

Untuk mendeklarasikan perang, bisa anda lakukan dengan cara terang-terang dan diam-diam. Contohnya anda membuat pernyataan melalui media massa atau jika itu dianggap terlalu terang-terangannya, anda bisa deklarasikan dalam hati, “Saya.. (atau kami) …. (sebutkan nama).. dengan ini menyatakan musuh terhadap .. (sebutkan musuh). Hal2 yang mengenai peperangan diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,”

Tak ada kata lain dari saya, berperanglah!

Advertisement. Scroll to continue reading.

Setiap orang butuh musuh, bahkan organisasi dan bahkan negara sekalipun. Tanpa musuh, tidak ada rasa takut. Tanpa rasa takut, tidak ada rasa marah. Tanpa rasa marah, tidak ada rasa cinta. Timbulnya rasa takut sama halnya mempersiapkan organisme
untuk menghadapi suatu perjuangan.

Dari sudut pandang obyektif, rasa takut adalah salah satu kekuatan utama yang menggerakkan dan mentransfer rasa rangsangan. Reaksi yang terjadi dalam diri individu dan kemudian menggerakkan individu untuk melindungi diri dari rangsangan atau bahaya eksternal, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat melukai diri sendiri atau menyebabkan bahaya lain.

Demikian pula, kemarahan “dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan”. Arti dasarnya adalah rasa marah muncul dan menjadi agresif saat menghadapi situasi yang mengganggu. Sedangkan rasa takut adalah fundamental dari keseluruhan emosi tersebut. Cinta dapat muncul dalam bentuk rasa marah dan takut.

Cinta adalah rasa yang universal; cinta tanah air, cinta lawan jenis, cinta binatang, dan sebagainya. Unsur-unsur emosi diatas kemudian dibangkitkan melalui adanya musuh anda.

Pertanyaannya, seberapa besar cintamu pada negara? kalau anda belum menemukan musuh negara ini, maka cinta hanya sekedar cinta. Temukanlah musuhnya, nyatakan perang maka cinta dibuktikan setelahnya. Dan akibatnya, negeri ini tidak diam apalagi sibuk mencari kawan, sampai tidak sadar justru ia adalah lawan. Ingat, pertemanan itu tak abadi karena yang abadi adalah kepentingan anda sendiri.

Maka bertemanlah bukan karena teman itu bisa menyelesaikan ‘masalah’ dan anda bisa bergantung padanya, akan tetapi bertemanlah karena anda membutuhkan dukungan kekuatan untuk melawan musuh-musuh anda. Bertemanlah dengan musuh, sebab musuh yang bersekutu adalah yang paling mengerti kepentingan sendiri. Ia menjadi teman. Selama kepentingan diakomodasi oleh sekutu/teman itu maka anda bisa mempertahankannya selama mau dan mampu. Tetapi jika sekutu itu bullshit, segera hentikan sedini mungkin.

Comments

Kamu juga membaca..

Labil

Hmm.. dasar, salafi ngacengan! Nikahilah dua, tiga atau empat janda tua miskin, agar seimbang antar zikir dan zakar.

Labil

Pastinya cowok agamis berevolusi menjadi buaya religius untuk mendekati wanita.

Inspirasi

Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja, hingga tiada waktu untuk sambat.

Labil

Tapi tidak, aku tidak ingin sakit hati. Kukembalikan lagi pada hari-hari yang biasa dengan amarah. Kucoba untuk sabar, ikhlas dan diam.

Kritik

yang berhijab kepalanya, belum tentu hatinya. Yang religi lagunya, belum tentu akhlaknya.

Community

"Baru saja pergi dari rumah Senin kemarin, Jumat sudah rindu! Masak gak bisa nahan barang seminggu atau dua minggu, biar hasil kerjanya lebih banyak?”

Labil

Saya tidak bisa menahan keinginan untuk mendatangi Ayu dan kalau bisa meminangnya dalam waktu dekat.

Community

Dik, melalui surat kecil ini, kuharap engkau paham..

Community

Oh iya mas, pesanku, jangan selalu tidur larut malam ya. Tetap jaga kesehatan agar aku bisa melihatmu walaupun dari kejauhan. [Surat]

Anekdot

Memikirkan tema-tema besar itu paling enak di warung kopi. Ditemani sebatang jajan rentengan dan secangkir kopi. Bila perlu, dibarengi sedikit ledekan dan gurauan agar...

Advertisement