Connect with us

Hi, what are you looking for?

Tips

Makanan Terfavorit Mahasiswa Sebulan Ini Versi Cabarus

Sebenarnya, saya sekarang sedang iseng gais. Mendadak perhatian saya tertuju pada rutinitas mahasiswa. Bukan rutinitas yang biasa anda ketahui, seperti belajar, kuliah, ngopi, dan sebagainya. Tapi, rutinitas mahasiswa yang berhubungan dengan pemuasan mulut dan perut. Freud pernah bilang bahwa kebutuhan dasar manusia ada tiga; makan, minum dan sex. Nah, kali ini saya ingin membahas perkataan Freud yang pertama, makan.

Orang bilang, salah satu tanda manusia dikatakan hidup adalah masih doyan makan. Meskipun  tetangga saya juga bilang, bahwa manusia kalo hidup, tidak hanya doyan makan, tapi juga doyan mantan orang, doyan uang, doyan ngutang, dan semakin ke sana makin tidak karuan. Namun saya cukupkan saja bahwa manusia doyan makan, agar terjaga martabat kemanusiaannya.

Anda tahu, dan menjadi saksi sendiri, betapa mahasiswa tidak bisa terlepas dari makanan. Banyak sekali pedagang makanan di sekitar kampus dengan variasi jenis makanan yang banyak pula, dan hebatnya, tidak satu pun pedagang yang makanannya tidak laku. Jika anda tidak percaya, maka baca pembahasan di bawah ini, saya sudah menyatukan pengamatan dan kesimpulan mengenai makanan terfavorit mahasiswa versi cabarus berdasarkan pengamatan terhadap sepi dan ramainya warung atau gerobak pedagang.

1. Sempol Goreng

Akui saja jika makanan yang satu ini adalah makanan favorit anda juga. Karena saya pun juga mengakuinya. Usut punya usut, sempol ini sangat laris di kalangan para mahasiswa karena harganya murah, selain rasanya juga enak. makanan yang terbuat dari tepung dan ayam sebagai bahan dasarnya ini, ternyata rasanya terdominasi oleh rasa tepung yang kenyal, terdapat juga aroma ayamnya walau sedikit. Tapi nyatanya anda sangat suka, hingga rela tidak makan nasi, karena makan sempol juga mengenyangkan.

Saya sebagai pengamat, membuktikan bahwa sempol ini belum genap setahun masa beredarnya. Kurang lebih sekitar setengah tahun lebih sedikit. Tapi kini, menjadi makanan yang sangat digemari mahasiswa dari berbagai kalangan.

2. Pentol atau Cilok

Saya rasa, pentol dan cilok adalah makanan yang sama. Karena bentuknya sama-sama bulat. Tapi, baru saja teman saya bilang bahwa pentol dan cilok adalah makanan yang berbeda, meski bentuknya sama. Alhasil, anda juga percaya bahwa pentol dan cilok masuk sebagai makanan terfavorit kedua, karena terbukti teman-teman saya sangat tahu perbedaan antara kedua makanan ini, dan anda pun juga ingin bilang, bahwa keduanya memang berbeda.

Terlepas dari persoalan serupa atau berbeda tentang pentol dan cilok, yang terpenting adalah ternyata keduanya tidak pernah surut dari mulut dan perut mahasiswa. Berbeda dengan sempol, kedua makanan ini usianya sudah lebih tua. Jika saya telusuri, mungkin saya tidak bisa menemukan perkiraan tentang berapa lama pentol dan cilok ini sudah beredar. Karena sejak saya menjadi mahasiswa, pentol dan cilok sudah menyapa saya sejak pertama turun di pelabuhan menuju kampus saya.

3. Sate Ayam

Advertisement. Scroll to continue reading.

Makanan yang satu ini pun tidak kalah favoritnya. Laki-laki dan perempuan, meskipun punya kebiasaan yang berbeda, antara menusuk dan ditusuk, tetapi keduanya tetap seimbang dalam hal menyukai makanan yang menggunakan tusuk bambu ini. Apalagi Madura, Si Mbahnya makanan sate, bukan hal yang mengherankan jika mahasiswa yang hidup di pulau ini gandrung dengan makanan khasnya.

Walau berada di peringkat ketiga, makanan sate tetap masuk dalam kategori terfavorit setiap bulan bahkan tahunnya. Karena legendator tetap di hati para pecintanya sampai kapan pun.

4. Nasi Goreng

Yang satu ini, nasibnya tidak jauh berbeda dengan sate ayam sebelumnya. Meskipun makanan pesaingnya berdatangan tanpa diundang, dan tutup tidak pamitan, dia tetap setia bersama gerobak, keranjang nasi, bumbu, dan wajan. Semangatnya pun tidak pernah pudar, karena suara sutil yang digetok-getok di wajan masih tetap nyaring. Dan keringat pak goreng masih mengalir deras seperti malam-malam biasanya.

Persoalan umur, Nasgor tetaplah sang legendator yang tidak pernah kehilangan pecintanya. Cabe dan irisan mentimun nyatanya masih menjadi kawan setia, meski terkadang masih disisakan oleh pembelinya bersama piring yang telah kosong. Entah cabe dan timun punya salah apa dalam hal ini, mereka seolah terdiskreditkan oleh kenikmatan nasi yang ditungganginya. Tapi, bagaimanapun cabe dan timun itu menderita, paket lengkap Nasgor ala Cak Kemet dan Cak lainnya masih punya hati di setiap pecintanya.

5. Gorengan (Siwil, Tahu, Tempe, dan Ote-Ote)

Eits… Jangan sampai lupa dengan makanan yang satu ini gais, gorengan. Sekawanan ini, saya beri nama WilHu PeTe (Siwil, Tahu, Tempe dan Ote-ote). Jika diusut kapan beredarnya, saya pasti tidak menemukannya, apalagi anda. Mereka sudah tua, bahkan mungkin mereka lebih tua dibandingkan saya.

Mereka juga tetap ada di tengah-tengah permunculan makanan new varian. Hal ini bukan tidak mungkin disebabkan karena gorengan masih dipercaya sebagai makanan yang efektif untuk mengganjal mulut supaya perut tidak ribut. Meskipun banyak dokter mengatakan bahwa gorengan mengandung banyak kolestrol, tapi nyatanya mahasiswa yang setiap hari memakannya masih woles puoll. Karena, selain efektif, mereka ini sangat efisien tatkala dompet sedang tidak pren.

Begitulah kiranya, laporan hasil pengamatan saya selama sebulan ini. Anda tahu, bahwa saya harus rela bermalam di warung kopi dan mondar-mandir ke sana dan kemari, demi mendapatkan sebuah hasil analisa, sehingga bisa menyuguhkan laporan ini kepada anda. Saya harap, anda tetap membeli makanan di atas sebagaimana biasanya. Karena hidup para pedagang, tergantung intensitas pembelian anda.

Salam Cabarisme.

Advertisement. Scroll to continue reading.

*Gais: Panggilan kesayangan ala saya

Comments

Kamu juga membaca..

Community

Kuliah itu ada enaknya dan ada ndak enaknya, iya to?

Kritik

“Jangan biarkan damai ini pergi, jangan biarkan semuanya berlalu,” demikian lagu Chrisye mengalun, menemani malamku.  Besoknya, massa Mahasiswa akan berangkat untuk demo terkait RUU...

Kritik Serius

“Sampai kapan kita akan melawan penjajah dengan pertumpahan darah, jika kita tidak segera bergegas untuk melawan di wilayah pengetahuan?”

Kritik

Mahasiswa sekarang tidak lagi turun ke jalan dengan aspirasi yang membara, melainkan ke jalan membawa kardus, berdiri di sudut lampu merah, mendatangi satu demi...

Community

Sudah hampir seminggu ini dan kemungkinan seminggu depan mahasiswa psikologi UTM banyak tugas dan banyak kuliah pengganti untuk mengganti kuliah yang diganti. Karena program...

Labil

Saya tidak bisa menahan keinginan untuk mendatangi Ayu dan kalau bisa meminangnya dalam waktu dekat.

Inspirasi

Tuhan telah meniupkan ruh-ruh perdamaian pada setiap insan yang mengatakan dirinya sebagai manusia NU.

Inspirasi

Dan kau, wahai anak bangsa. Bangkitlah dari keterpurukanmu; yang mudah sakit tipes, yang mudah kena debede, padahal makanmu sudah enak-enak.

Inspirasi

... seperti kopi dengan hitam dan pahitnya.

Kritik Santai

“Iya memang seharusnya begitu bung, iya nggak harus begitu juga kali sahabat, memangnya harus seperti itu yah kakanda”

Advertisement