Connect with us

Hi, what are you looking for?

Inspirasi

Untuk Perempuan yang Lahir di Tanggal 1 Desember

Selamat ulang tahun di hari ini, harapan demi harapan sudah terwujud satu demi satu, teruslah berjalan, berjuang, dan berdoa untuk masa depanmu, orang tuamu, kakakmu, dan seluruh keluargamu.

Is, hari ini kau ulang tahun. Tepat usia 21 tahun, setelah kau lahir di tahun 1999. Mungkin kau tidak ingat waktu itu, betapa ibumu berjuang di kamar persalinan dengan rintih kesakitan, keringat dingin bercucuran, dengan teriak yang begitu kuat dan keras. Sedang di luar kamar waktu itu, bapakmu tidak berhenti berdoa, mengharap keselamatan terbaik untuk anaknya dan keselamatan terbaik juga untuk istrinya.

Kau dan ibumu waktu itu sama sama berjuang. Seorang bayi berjuang keluar dari rahim, setelah sembilan bulan dia tumbuh dan berkembang di alam kandungan seorang Ibu. Dan kau tahu, Ibumu sudah menjagamu dalam perutnya, sembilan bulan, itu bukan waktu yang singkat. Dia bertaruh nyawa, agar dirimu tetap baik, tetap bernafas, tetap bergerak dengan sedikit getaran yang dirasakan ibumu saat dia duduk santai di teras sambil mengelus perutnya, “Iya, kau baik-baik saja di situ, Ibu gak kemana-mana”.

Mungkin saja, beberapa bulan menjelang kelahiranmu, ibumu merasakan sakit yang cukup dahsyat. Dirasakannya, bahwa sang bayi di perutnya sudah semakin besar, hingga tidur pun tak bisa nyenyak. Mencoba duduk bersandar bantal di belakang bahu, sambil mengelus perutnya lagi, “Baik-baik di situ ya.. Ibu masih kuat dan kamu harus sehat.” Jika tidak salah, ujian yang berat itu mulai dirasakan ibumu saat kau berumur 7 bulan di dalam kandungan. Dia mulai berjalan dengan sangat hati-hati, lebih banyak duduk di kamar, dan mungkin sesekali keluar sebentar untuk menghirup nafas segar.

Dan bapakmu, Is, dia sangat ikhlas untuk menggantikan pekerjaan ibumu untuk mencuci baju, mencuci piring, mungkin juga memasak ketika memang ibumu tidak sanggup untuk berjalan dan berdiri terlalu lama. Dengan sangat bahagia dia lakukan itu semua, untuk anak yang akan lahir beberapa bulan lagi.

Dalam perjalanan kerja, bapakmu mungkin tidak bisa menanggalkan rasa khawatir pada ibumu juga pada dirimu. Dia lakukan setiap pekerjaannya, dengan doa yang terus terucap dalam hatinya, “Semoga istriku baik-baik saja di rumah, dan anakku tetap baik dalam kandungan.” Bahkan sikap hati-hatinya terlihat begitu dalam, seperti menjaga ucapan agar tetap berkata-kata baik, menjaga tangan agar tidak melukai mahluk apapun, karena dia takut jika ada perilakunya yang buruk; akan terbawa pada sosok bayi yang dia nantikan selama berbulan-bulan.

Dan benar, tepat di tanggal yang sama dengan hari ini; 1 Desember, kau lahir dengan tangis sendu yang selama ini dirindukan oleh kedua orang tuamu, Is. Tak terasa, butiran air mata mengalir, dan orang tuamu sangat bersyukur atas kelahiran seorang anak perempuan yang berparas cantik. Dalam kurun waktu seminggu pasca kelahiranmu, rumahmu ramai oleh orang-orang yang datang melihatmu, dan kuyakin; mereka menaruh kagum pada paras cantik seorang bayi perempuan, itulah dirimu, Is.

Tak lupa, nama yang indah disematkan pada dirimu, dan kudengar nama itu diperoleh bapakmu dari kisah seorang perempuan cantik yang semasa muda nya begitu dikagumi, Is? Kau harus bangga dengannya, karena di balik kesederhaannya, dia begitu romantis.

Waktu berjalan, orang tuamu merasa cukup dengan kelahiran seorang anak perempuan, dan kau menjadi penutup. Artinya, kau menjadi puncak kebahagiaan mereka. Hingga selama ini kau dibesarkan dengan kasih yang begitu dalam.

Dan tak terasa, Is, kau kini sudah berusia 21 tahun. Kau sudah tidak seperti anak-anak lagi, meskipun rona wajahmu begitu manis, sampai orang mengira bahwa kau masih muda seusia tujuh belasan. Tapi angka 21 itu, tak bisa dihindari, kau harus mengakuinya, dan jadikan ukuran bahwa sudah saatnya; kau menjadi dewasa.

Apa yang perlu dilakukan oleh perempuan dewasa, Is?

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mungkin, mulai hari ini hingga tahun-tahun ke depan, kau mulai memasuki kehidupan yang hampir nyata. Pikiranmu mulai terisi dengan harapan dan cita-cita yang realistis. Dan ternyata, kau sudah hampir lulus dari bangku Perguruan Tinggi ternama di Surabaya; artinya, hal yang paling dekat dan nyata, yang bisa membuat orang tuamu bahagia, adalah lulus dalam keadaan baik dari kampus itu.

Setelah itu? Kudengar juga, kau ingin orang tuamu berangkat haji, Is?

Kau tahu, aku sungguh tertegun mendengar harapanmu itu. Harapan yang begitu mulia, dari seorang anak perempuan yang selama ini begitu dibanggakan, dikasihi, dan disayangi oleh bapak dan ibunya.

Memang, siapa yang tidak ingin orang tua nya berangkat haji, semua ingin. Semua anak menginginkan orang tua nya bisa menghadap ke baitullah, rumah Allah yang begitu suci, dimana semua manusia muslim di seluruh dunia ingin bersujud di pelataran ka’bah, atau mencium hajar aswad, bahkan ziarah ke makam Rasulullah; manusia paling mulia yang menjadi kunci keberuntungan semesta alam.

Tanamkan harapan itu sedalam mungkin, Is. Wujudkan, dan kau hanya perlu yakin bahwa semua itu pasti terwujud.

Dan, surat ini, cukup kuakhiri sampai di sini, Is; dengan doa yang kupanjatkan dengan begitu dalam. Selamat ulang tahun di hari ini, harapan demi harapan sudah terwujud satu demi satu, teruslah berjalan, berjuang, dan berdoa untuk masa depanmu, orang tuamu, kakakmu, dan seluruh keluargamu. Buat mereka bangga, buat mereka bahagia, hingga Tuhan tersenyum melihatmu di hari kelak nanti.

Comments

Kamu juga membaca..

Inspirasi

Namun celakanya, kita ini tidak sempat melatih diri untuk memaknai makanan sebagai karunia, sebagai rahmat, sebagai kenikmatan yang sungguh besar

Inspirasi

Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja, hingga tiada waktu untuk sambat.

Community

Selamat kuucapkan. Berbahagialah rencana Tuhan lebih besar dari keinginanmu. Berbahagialah seperti bayi - bayi ibu yang terlahir.

Inspirasi

"Sedangkan di tangannya sendiri hanya tergenggam kehampaan sebagai anak yatim yang tidak dinafkahi oleh bapaknya."

Kritik

Manusia terdiri dari badan dan nyawa, hidup di dunia adalah anugerah besar dari Tuhan yang maha esa. Sungguh indah dinamika di dalamnya seperti pelangi...

Kritik Santai

"Woalah, mas. Gak merana gimana to, lhawong saya ini jadi ganteng bisa, jadi wangi bisa, apalagi sekedar jadi pejabat, ya mudah. Kok tega sekali...

Advertisement